Ketua Pendiri Garda PAS bersama ketua Dewan Penasehat Laksamana (purn) Tedjo Edhi Purdiyatno menyerahkan pupuk organik Garda PAS.

650

Jakarta,IPers.com – Ketua Pendiri Garda PAS (Gerakan Nasional Penyelamat Bangsa) Wibisono,SH,MH dan ketua bidang OKK-organisasi Ustad Hamid Al Fatani bersama Ketua Dewan Penasehat Laksamana (purn) TNI Tedjo Edhi Purdiyatno kemarin sore senen (11/3/2019),diterima oleh capres Prabowo Subianto dikediaman Kertanegara,kebayoran lama,Jakarta.

Dalam audensi tersebut Garda PAS melaporkan kegiatan Garda PAS yang telah bagi bagi pupuk organik Gratis satu kali masa tanam dan ingin mengundang Prabowo di acara panen Raya di awal april jelang pilpres 2019,serta juga melaporkan acara deklarasi Nasional bersama nelayan dan pelaut, yang akan di selenggarakan di bulan maret ini, ujar Wibi.

Dalam kesempatan itu,capres 02 ini menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Garda PAS yang telah berkontribusi kepada petani,terutama untuk program Ketahanan Pangan guna mencapai Swasembada Beras yang berkelanjutan, papar wibi.

Program Garda PAS ingin mengembalikan masa kejayaan presiden Soeharto yang berhasil swasembada beras dan sebagai salah satu negara yang disebut produksi padi melimpah yang dikenal dengan revolusi hijau tahun 1970-1984 dengan membangun waduk dan irigasi diberbagai wilayah indonesia.

Garda PAS ingin mengembalikan jati diri bangsa kembali menjadi bangsa AGRARIS dengan membangun peningkatan ketahanan pangan nasional dengan menjaga aspek-aspek strategis peningkatan ketahanan pangan,dengan cara membangun “Flatform Food Security” dan membangun system pertanian modern yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan Biofertilizer.

Garda PAS bersama Prabowo-Sandy akan menjadi pendobrak gerakan nasional penyelamat bangsa dibidang ketahanan pangan yang berdaulat,tangguh dan mandiri.
Menurutnya,saat ini pemerintah selalu import komoditi pangan,seperti beras,garam,kedelai dan bahan bahan pangan lainnya. Langkah pemerintah selalu dilakukan berulang ulang selama ini.

Pertanyaannya?,siapa yang salah?, kebijakan atau pola pikir mentrinya yang salah? Menurut Wibi. Jawabannya adalah keduanya salah,baik kebijakan ataupun pola pikirnya.

Pertama menurutnya, adalah dalam menerapkan kebijakan “redefinisi ” pupuk dalam pengelolaan tanah dalam menanam semua jenis tanaman pangan, yaitu pupuk hayati,pupuk organik/kompos,pupuk kimia terbatas.

Yang kedua adalah, Penguatan “Community Development” dan yang ketiga adalah membangun PLATFORM KETAHANAN PANGAN..

inilah yang harus dilakukan pemerintah agar ketahanan pangan bisa tercapai.
Dengan demikian Garda PAS bersama Pasangan Prabowo-Sandy (PAS) akan bertekad menjadi pendobrak tentang penguatan ketahanan pangan ini melalui revolusi pertanian yang modern dan membangun infrastruktur pertanian yang berkelanjutan, sehingga swasembada pangan bisa tercapai sepanjang tahun, pungkas Wibi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here