Persembahan Tak Tergantikan Untuk Seorang Ibu

Seorang ibu adalah segalanya bagi anaknya, kehilangan sosok Ibu tentunya menjadi beban yang cukup berat bagi anak-anaknya. Ini juga yang dirasakan Mikha Tambayong kala itu. Kepergian ibunya ke surga, membuatnya bersedih sangat dalam.
Dan kini, sebagai bentuk persembahan untuk mendiang sang ibunda, Deva Malaiholo yang meninggal setahun lalu, Mikha Tambayong merilis lagu "Tak Tergantikan".

Bagi Mikha "Tak Tergantikan" adalah lagu yang sangat personal. Oleh karenanya Mikha sengaja merilis lagu tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun sang ibu.

"Aku agak kekeuh di 6 agustus karena ini adalah hari ulang tahun almarhumah ibuku. Ini tribute aku untuk almarhumah ibuku jadi kok kayaknya pas ya kalau aku rilis di hari ini," ujar Mikha dalam peluncuran "Tak Tergantikan" secara daring, Kamis.

Kehilangan sosok seseorang yang sangat dekat bukan hal yang mudah bagi Mikha. Dia mengaku butuh waktu hingga setahun penuh untuk bisa bangkit dan menjalani hari-hari seperti sedia kala.

Mikha kemudian berbincang dengan Ifa Fachir soal keinginan untuk membuat lagu yang dipersembahkan kepada ibunya. Idenya pun bersambut, Mikha menulis lirik bersama Deva Mahenra dan pengolahan musik dilakukan oleh Ifa.

"Aku butuh satu tahun untuk menerima dan baru mulai terbiasa hidup enggak ada ibuku. Waktu nulis lagu aku kurang ekspresif jadi aku minta bantuan sama tim, aku ungkapin apa yang aku rasain sampai akhirnya jadi potongan lagu ini," kata Mikha.
Meskipun lagu ini sangat personal baginya, Mikha percaya bahwa setiap orang punya sudut pandang berbeda tentang sosok tak tergantikan dalam hidup mereka sehingga lagu ini bisa dinikmati siapapun dan dipersembahkan untuk seseorang yang mereka cinta.

"Aku personal buat ibuku tapi siapapun yang mendengarkan bisa related jadi enggak perlu satu sosok spesifik yang sama dengan aku. Aku penginnya siapapun yang dengar bisa terbawa suasana dan bisa mendedikasikan lagu ini untuk siapapun yang tak tergantikan tersebut," ujar Mikha.

Kehilangannya begitu tampak di saat rekaman, dia mengaku menangis. "Ketika take aku nangis makanya agak kedengeran karena aku mau apa yang ingin aku sampaikan berhasil," ujar Mikha dalam peluncuran "Tak Tergantikan" secara daring, Kamis.

"Ibu aku tuh emang orang yang paling dekat karena aku anak semata wayang. Ayah aku kerjanya di luar kota jadi apa-apa sama mama, dia juga yang nyuruh aku berkarir di entertainment. Aku butuh waktu setahun untuk istilahnya ikhlas. Ya udah bikin apa ya, ya udah aku bikin lagu buat mama," kata pemain film "Belok Kanan Barcelona" itu.

Sementara itu, Mikha mengaku saat ini akan fokus kembali di dunia musik setelah sempat vakum selama dua tahun. Lagu terakhir Mikha dirilis pada 2018 berjudul "Berpisah Itu Mudah" bersama Rizky Febian.

Mikha mengatakan pandemi telah membuatnya memiliki banyak waktu untuk mengerjakan musik. Sebab seharusnya tahun ini dia harus berangkat ke Amerika untuk meneruskan kuliah S2.

"Mungkin ini berkah di pandemi dan aku emang suka banget di musik, jadi aku sekarang lagi mau fokus di musik lagi. Seharusnya aku tahun ini kuliah di US tapi karena pandemi semua ditunda, ya aku ngerasa ini udah jalannya aja," ujar Mikha. (nta/ayn)

Berita Terkait