Jelang Hari Kesaktian Pancasila,Dirut PLN Pimpin Langsung Peningkatan Pasokan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan

Reporter : redaksi

Jeneponto, IPers - 15 September 2026 - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo memimpin langsung upaya peningkatan pasokan pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Upaya tersebut dilakukan melalui inspeksi pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Senin (14/9).

Dalam inspeksi tersebut, Darmawan meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang terkendala oleh gangguan teknis sehingga menyebabkan pasokan listrik berkurang. Perseroan juga turut mendukung percepatan perbaikan agar PLTU tersebut dapat segera kembali memasok listrik ke sistem Sulbagsel.

Baca juga: Momen HPN, PLN Hadirkan SPKLU Signature di Andara, Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik yang Makin Masif

“Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,” ujar Darmawan.

Dalam kesempatan yang sama, Darmawan menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, sistem kelistrikan Sulbagsel juga menghadapi tekanan seiring menurunnya daya mampu sejumlah pembangkit hidro. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Niño menyebabkan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) menurun.

Dirinya merinci, daya mampu agregat pembangkit hidro turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW, atau berkurang sekitar 600 MW. Kondisi ini menambah tekanan terhadap keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.

Baca juga: Momentum HPN, Tak Perlu Berebut, Cek Antrean SPKLU melalui Fitur AntreEV PLN Mobile

Untuk meningkatkan pasokan, PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan. Selain mempercepat perbaikan pembangkit, PLN mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 MW.

PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro. Namun, kondisi atmosfer yang sangat kering membuat ketersediaan awan yang dapat disemai masih terbatas.

“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” kata Darmawan.

Baca juga: Momentum HPN, Srikandi PLN Edukasi Generasi Muda tentang Energi Bersih lewat Program Goes to School & Campus

Untuk jangka panjang, PLN juga menyiapkan penguatan sistem Sulbagsel agar lebih beragam, fleksibel, dan resilien menghadapi dinamika pasokan. Sesuai arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW), PLN akan memperkuat sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) _Battery Energy Storage System_ (BESS).

“PLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien,” pungkas Darmawan. (@dex)

Editor : redaksi

POLITIK
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru