Tak Sekadar Ngaji, Qur’an Camp YBM PLN UIP JBTB Cetak Mahasiswa Penggerak Manfaat

Reporter : redaksi

JOMBANG – Dua hari berada di tengah suasana alam Pesantren Alam Bumi Qur’an, Wonosalam, Jombang, dimanfaatkan mahasiswa penerima Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN UIP JBTB untuk mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

Melalui Qur’an Camp yang digelar pada 12–13 September 2026 itu, mahasiswa diajak menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga pedoman dalam menjalani kehidupan.

Baca juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional, YBM PLN UIP JBTB dan PIKK Gelar Kado Kemerdekaan Bersama Anak Yatim

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cahaya Pintar yang tengah menempuh pendidikan S1 di berbagai perguruan tinggi. Konsep pembinaan dikemas lebih dekat dengan alam dan aktivitas yang interaktif.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembelajaran Al-Qur’an dan membiasakan membaca Al-Qur’an di setiap sesi. Mereka juga mengikuti sholatul lail serta mendapatkan materi Sosiopreneurship.

Pengasuh Pesantren Alam Bumi Qur’an, Kiai Muda Ahmad Ghozali Fadli, mengingatkan mahasiswa bahwa kehidupan tidak pernah lepas dari ujian. Karena itu, setiap cobaan perlu dihadapi dengan kebaikan dan kembali kepada tuntunan Al-Qur’an.

“Hidup ini pasti penuh cobaan. Namun, semua harus dicoba dengan kebaikan di dunia ini untuk memahami cobaan yang diberikan Allah SWT,” ujarnya.

Menurut dia, berbagai persoalan kehidupan memiliki tuntunan dalam Al-Qur’an. Untuk itu, mahasiswa perlu membangun kebiasaan membaca sekaligus memahami kandungannya.

“Kalau ingin sukses dan selamat di bumi, maka harus memahami isi Al-Qur’an dan istiqomah dalam membacanya,” tuturnya.

Kiai Ahmad juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman selama dua hari. Ayat-ayat yang dipelajari diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menjalani kehidupan.

“Semoga kita semuanya mendapatkan pelajaran, peringatan dan kabar gembira dari ayat-ayat Al-Qur’an ini,” sambungnya.

Tidak hanya berbicara tentang Al-Qur’an, Qur’an Camp juga mengajak mahasiswa melihat persoalan sosial dari sudut pandang pemberdayaan.

Baca juga: YBM PLN UIP JBTB Dorong Kemandirian Kelompok Usaha Binaan melalui Literasi Digital

Mahasiswa dikenalkan dengan gagasan dari penerima manfaat menjadi berdaya, kemudian mampu memberdayakan orang lain. Konsep itu diharapkan menjadi arah pembinaan Beasiswa Cahaya Pintar ke depan.

Manager YBM PLN UIP JBTB Achmad Fatkhurrozi mengatakan, mahasiswa penerima beasiswa memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Dari penerima manfaat menjadi penggerak manfaat. Ini sebuah cita-cita ke depan untuk memberikan ruang belajar lebih, yakni berdaya bersama UMKM yang menjadi binaan YBM PLN UIP JBTB,” katanya.

Menurut Achmad, ruang kolaborasi tersebut cukup luas. Mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan mendampingi UMKM binaan YBM PLN UIP JBTB.

“Banyak sekali pos yang bisa diisi, mulai marketing, pendampingan produksi, dan lainnya. Mahasiswa punya kemampuan, UMKM menjadi ruang praktik dari pembelajaran di kampus sesuai program studi yang ditempuh,” jelasnya.

Baca juga: Momentum Muharram 1448 H, YBM PLN UIP JBTB Salurkan Zakat Lewat Program Khitan Sehat dan Kado Muharram

Dengan demikian, program beasiswa tidak hanya berhenti pada dukungan biaya pendidikan. Mahasiswa juga diarahkan memiliki pengalaman sosial, kemampuan berkolaborasi, sekaligus kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat.

Bagi peserta, konsep Qur’an Camp menjadi pengalaman yang berbeda. Arfina, salah seorang peserta, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam belajar Al-Qur’an.

“Sangat seru sekali Qur’an Camp ini. Menjadi pengalaman perdana, meskipun camp tetapi di pesantren yang berada di alam. Banyak pengalaman baru untuk belajar Al-Qur’an yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Dia berharap pembelajaran yang didapat selama Qur’an Camp dapat terus dilanjutkan setelah kembali ke kampus.

“Semoga bermanfaat bagi kami. Harapannya, belajar Al-Qur’an dilanjutkan untuk membekali kami dalam masa belajar di kampus,” pungkas Arfina. (@dex)

Editor : redaksi

POLITIK
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru