Rembang, IPers - Puluhan Warga Desa Jinanten Kecamatan Sale, mepertanyakan Lelang Bondo Deso di masa akhir jabatan kades lama, mereka berkumpul di Balai Desa setempat mempertanyakan proses lelang yang dilakukan menjelang pilkades akhir tahun 2022 lalu. Sabtu (4/2/23)
Sutoyo salah satu perwakilan pemuda setempat mempertanyakan soal proses lelang tersebut. Kita hanya mempertanyakan prosesnya. Sebab ada kecurigaan dari sebagian besar warga bahwa lelang tersebut tidak sesuai regulasi yang ada.
"Dugaan warga bahwa tidak ada proses lelang," ujarnya.
Selanjutnya, ujar Sutoyo, kita mempertanyakan informasi yang berkembang di masyarakat. Bahwa tanah Bondo Deso ini dilelang selama beberapa tahun ke depan.
"Kalau demikian adanya kan kasihan kepemimpinan Kades yang baru. Masih memimpin tapi Bondo Deso sudah dilelang oleh kades terdahulu."imbuhnya.
Luasan tanah lelang, yang dilelang menurut Lais Sekretaris Desa Jinanten, adalah 6118 m². Lais menegaskan bahwa proses lelang sudah disaksikan oleh lembaga Desa. Kalau warga mengehendaki melihat Perdes ia menyarankan kepada warga untuk datang ke kantor balai desa pada jam kerja.
"Silakan datang ke kantor pada jam kerja. Untuk minta diperlihatkan Perdes mana saja yang dibutuhkan. Akan kita tunjukkan," tegas Sekdes.
Syamsi dari salah satu tokoh Desa setempat menyampaikan, bahwa warga mengharapkan Desa Jinanten tentrem ayem tidak ada saling curiga. Harus disikapi dengan kepala dingin dan yang paling penting ke depan Desa Jinanten semakin baik lagi.
"Kedepannya Desa Jinanten ini akan adem ayem segala sesuatunya berjalan lancar dan transparan. Saya sebagai sesepuh diminta mewakili warga mempertanyakan proses lelang yang tahun lalu dilakukan di desa ini. Kita mencari titik temu agar tidak terjadi permasaahan pada waktu berikutnya," ucapnya.
Senada dengan Syamsi, Sujari yang juga tokoh sepuh Jinanten menegaskan bahwa lelang hingga beberapa tahun kedepan ini merugikan pemerintahan yang baru.
"Apalagi jika lelang hingga 3 tahun kedepan ini sangat merugikan pemerintahan yang baru. Informasinya di desa saat ini tidak ada dana sama sekali. Jika demikian kan pincang jadinya," tandasnya. (Suharso)
Editor : MKS